Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.963 per Dolar AS

Anggie Ariesta, Jurnalis
Jum'at 03 Juli 2026 16:13 WIB
Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)
Share :

Tingkat Pengangguran secara tak terduga sedikit menurun menjadi 4,2 persen dari 4,3 persen. Pendapatan Per Jam Rata-rata pada bulan Juni naik 0,3 persen MoM dan 3,5 persen YoY, sesuai dengan ekspektasi pasar.

Data Non Farm Payroll yang lemah membantu mendinginkan ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat dari Federal Reserve (Fed). Menurut CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga pada bulan September turun menjadi 51 persen dari 63 persen sebelum rilis data.

Dari sentimen domestik, mesin penerimaan pajak penghasilan (PPh) Indonesia mulai kehilangan tenaga. Laporan OECD Revenue Statistics in Asia and the Pacific 2026 mencatat penerimaan dari kelompok pajak atas penghasilan, laba, dan keuntungan modal (taxes on income, profits and capital gains) praktis tidak mengalami pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya.

Data OECD menunjukkan penerimaan pajak penghasilan hanya naik dari Rp 1.061,24 triliun pada 2023 menjadi Rp 1.061,94 triliun pada 2024. Kenaikannya hanya sekitar Rp 700 miliar atau setara 0,07 persen secara tahunan. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan total penerimaan pajak Indonesia. Pada periode yang sama, total penerimaan pajak meningkat dari Rp2.517,66 triliun menjadi Rp2.620,67 triliun, atau bertambah sekitar Rp103 triliun.

Apabila ditelisik, melambatnya pertumbuhan pajak penghasilan dipengaruhi oleh turunnya penerimaan dari pajak penghasilan badan.

OECD mencatat penerimaan pajak korporasi turun dari Rp829,66 triliun pada 2023 menjadi Rp818,30 triliun pada 2024, atau berkurang sekitar Rp11,36 triliun.

Sebaliknya, penerimaan pajak penghasilan orang pribadi masih mencatat pertumbuhan. Setoran dari kelompok ini meningkat dari Rp231,59 triliun menjadi Rp243,64 triliun, atau bertambah sekitar Rp12,05 triliun.

Meski mulai melambat, pajak penghasilan masih menjadi salah satu sumber utama penerimaan negara.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.910-Rp17.970 per dolar AS. Sedangkan untuk sepekan depan di rentang Rp17.850-Rp18.100 per dolar AS.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya