Kinerja BUMN Menguat, Sektor Ini Jadi Motor Pertumbuhan Baru 

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Selasa 07 Juli 2026 15:05 WIB
Kinerja BUMN Menguat, Sektor Ini Jadi Motor Pertumbuhan Baru (Foto: BP BUMN)
Share :

JAKARTA - Kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di bawah pengelolaan Danantara Indonesia menunjukkan tren positif sepanjang tahun buku 2025. 

Sejumlah perusahaan strategis seperti sektor perbankan, energi, telekomunikasi, pertambangan, hingga perkebunan mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan, mencerminkan semakin kuatnya fondasi transformasi BUMN. 

Berdasarkan laporan kinerja yang dipublikasikan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membukukan laba sekitar Rp60,6 triliun, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar Rp55,8 triliun, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Rp23,6 triliun, PT Pertamina (Persero) sekitar USD3,13 miliar, sementara MIND ID mencatatkan laba sekitar Rp40 triliun. 

Selain itu, sejumlah BUMN yang mendukung ketahanan pangan nasional juga turut mencatatakan pertumbuhan yang signifikan. Pupuk Indonesia misalnya, membukukan laba Rp4,8 triliun, meningkat Rp3,2 triliun. Sementara Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mencatatkan lompatan kinerja yang tak kalah menonjol. 

Pada tahun buku 2025, PTPN Group membukukan laba bersih sebesar Rp6,39 triliun atau meningkat sekitar 81 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut menempatkan PTPN Group sebagai salah satu BUMN dengan peningkatan kinerja paling progresif dalam beberapa tahun terakhir. 

Pengamat agroindustri dan analis kebijakan publik Universitas Andalas Muhammad Makky menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa transformasi BUMN kini tidak hanya ditopang oleh sektor-sektor tradisional seperti perbankan, energi, telekomunikasi, maupun pertambangan, tetapi juga mulai diperkuat oleh sektor agroindustri yang memiliki peran strategis bagi perekonomian nasional. 

"Keberhasilan sejumlah BUMN membukukan pertumbuhan laba menunjukkan transformasi yang dijalankan pemerintah mulai menghasilkan fondasi bisnis yang semakin sehat. Dalam konteks tersebut, peningkatan laba PTPN Group menjadi sinyal penting bahwa sektor perkebunan kini mampu tampil sebagai salah satu pilar baru penggerak ekonomi nasional," ujar Makky di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

 

Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar menunjukkan peningkatan profitabilitas perusahaan, melainkan mencerminkan keberhasilan pembenahan tata kelola, efisiensi operasional, integrasi bisnis, hingga optimalisasi aset yang dilakukan secara konsisten sejak beberapa tahun terakhir. 

Makky menambahkan, peran PTPN Group ke depan akan semakin strategis seiring penguatan agenda hilirisasi yang tengah dijalankan pemerintah. Sebagai pengelola komoditas utama seperti kelapa sawit, tebu, karet, kopi, hingga teh, PTPN memiliki posisi penting dalam membangun industri berbasis nilai tambah. 

"Transformasi PTPN menjadi sangat relevan dengan arah pembangunan nasional. Pemerintah saat ini mendorong hilirisasi sebagai strategi meningkatkan daya saing industri sekaligus menciptakan nilai tambah di dalam negeri. PTPN berada pada posisi yang sangat strategis untuk menjalankan agenda tersebut," katanya.

Dia juga menilai penguatan sektor perkebunan akan semakin penting dalam mendukung program ketahanan energi nasional. Kebijakan pemerintah memperluas pemanfaatan biodiesel B50 serta pengembangan bioetanol membutuhkan pasokan bahan baku yang berkelanjutan, sehingga menempatkan perusahaan perkebunan negara sebagai bagian penting dalam ekosistem energi baru dan terbarukan. 

"Ketahanan energi tidak hanya berbicara mengenai kilang atau distribusi energi, tetapi juga mengenai kesiapan sektor hulu," jelasnya. 

Makky berharap momentum kinerja positif sejumlah BUMN tersebut terus dijaga melalui konsistensi transformasi, penguatan tata kelola perusahaan, percepatan hilirisasi, serta sinergi dengan Danantara Indonesia agar Group mampu memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan agroindustri dunia. 
 

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya