AI dan Deepfake Ancam Kepercayaan Nasabah, Industri Keuangan Waspada!

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Selasa 07 Juli 2026 16:49 WIB
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengingatkan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan teknologi deepfake. (Foto: Okezone.com/IMG)
Share :

Meski demikian, Arif menilai risiko terbesar yang dihadapi industri keuangan saat ini bukan semata-mata ancaman siber, melainkan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan.

"Semakin digital sistem keuangan, semakin besar pula peran kepercayaan sebagai aset utama. Risiko terbesar saat ini adalah trust risk atau risiko terhadap kepercayaan," katanya.

Ia menjelaskan nasabah mungkin masih dapat memaklumi gangguan layanan dalam jangka pendek. Namun, pelanggaran terhadap keamanan data maupun hilangnya kepercayaan akan jauh lebih sulit untuk dipulihkan.

Berdasarkan survei APDI, lanjut Arif, keamanan siber dan perlindungan data kini menjadi pertimbangan utama masyarakat dalam memilih layanan keuangan digital. Faktor tersebut bahkan mengungguli kemudahan penggunaan, kelengkapan fitur, maupun berbagai promosi yang ditawarkan penyedia layanan.

Karena itu, Arif menegaskan isu kepercayaan tidak lagi cukup ditangani oleh divisi teknologi informasi atau keamanan siber semata. Menurutnya, digital trust harus menjadi agenda strategis yang mendapat perhatian langsung dari jajaran direksi dan dewan komisaris.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya