Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Ungkap Penyebab dan Antisipasinya

Anggie Ariesta, Jurnalis
Selasa 07 Juli 2026 19:23 WIB
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso Soal Rupiah Rp18.000. (Foto: Okezone.com/IMG)
Share :

"Dengan transaksi di pasar spot, di pasar NDF (Non-Deliverable Forward), di pasar DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward), dan juga melakukan komunikasi yang intens dengan pelaku pasar. Oleh sebab itu, kita bisa melihat bagaimana perkembangan rupiah relatif termasuk baik dibandingkan negara emerging market yang lain," jelas Denny.

Melalui eksekusi beruntun dari berbagai stimulus moneter tersebut, BI memproyeksikan pergerakan nilai tukar rupiah akan berangsur pulih dan bergerak stabil ke depan.

Kendati demikian, Denny menggarisbawahi bahwa stabilitas kurs tidak dapat ditopang oleh bank sentral sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dari seluruh pemangku kebijakan terkait.

"Dan tentunya kita berharap ke depan rupiah bisa stabil, mulai perlahan menguat terhadap USD. Oleh sebab itu, sinergi dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk bersama-sama membawa rupiah kita menguat terhadap USD," pungkas Denny.

(Feby Novalius)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya