AS membantah klaim Iran, dengan Presiden Donald Trump mengatakan pengiriman komersial melalui jalur air tersebut tetap terbuka di bawah perlindungan AS. Namun, aktivitas pengiriman melambat tajam selama akhir pekan, menambah kekhawatiran bahwa gangguan yang berkepanjangan dapat memperketat pasokan minyak global.
Selat Hormuz berfungsi sebagai jalur ekspor utama untuk minyak mentah dari Arab Saudi, Irak, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan produsen Teluk lainnya.
Gangguan yang berkelanjutan dapat memaksa kilang minyak, terutama di Asia, untuk mencari pasokan alternatif dan mendorong biaya pengiriman dan asuransi lebih tinggi.