JAKARTA - BPI Danantara menggarap 26 proyek hilirisasi strategis nasional dengan total nilai investasi mencapai Rp225 triliun. Langkah ini untuk memperkuat struktur industri dalam negeri sekaligus menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Proyek hilirisasi skala besar ini diyakini mampu membawa dampak ekonomi langsung yang signifikan bagi masyarakat luas. Danantara berkomitmen penuh untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur industri penopang dari hulu hingga hilir.
"Danantara bergerak cepat dalam mengerjakan 26 proyek hilirisasi strategis nasional dengan total nilai investasi mencapai Rp225 triliun," ujar Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, dalam keterangannya, Selasa (14/7/2026).
Adapun 26 proyek hilirisasi ini diproyeksikan akan menyerap 37.833 tenaga kerja, sehingga menjadikannya salah satu mesin utama dalam penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi nasional.
Program hilirisasi yang dijalankan Danantara mencakup dua fase strategis yang telah berjalan sepanjang tahun ini.
Pada fase I, peletakan batu pertama (groundbreaking) telah dilaksanakan pada 6 Februari 2026 dengan melibatkan 6 proyek prioritas di 13 lokasi. Fase I tersebut menelan nilai investasi sebesar Rp109 triliun dan mampu menyerap sebanyak 11.456 tenaga kerja.
Sementara itu, fase II menyusul dengan pelaksanaan groundbreaking pada 29 April 2026, yang secara spesifik melibatkan 10 proyek prioritas di 13 lokasi dengan nilai investasi Rp116 triliun, serta berhasil menyerap 26.377 tenaga kerja.
Secara keseluruhan, 26 proyek ini mencakup beragam komoditas strategis nasional yang sangat dinamis. Di sektor pertambangan, proyek difokuskan pada pembangunan smelter aluminium, baja nirkarat, dan tembaga.
Adapun untuk sektor energi serta pangan, Danantara menggarap fasilitas bioavtur, bioetanol, pengelolaan sawit, kelapa, hingga industri peternakan ayam yang terintegrasi secara modern.
Pemanfaatan seluruh potensi komoditas ini diharapkan tidak hanya menghentikan ekspor bahan mentah semata. Integrasi industri tersebut diposisikan sebagai jembatan untuk mendistribusikan kesejahteraan riil hingga ke tingkat daerah secara merata.
"Dengan percepatan ini, Danantara berkomitmen untuk tidak hanya sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memastikan hilirisasi memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat melalui terciptanya puluhan ribu lapangan kerja baru," tegas Dony.
(Dani Jumadil Akhir)