Secara keseluruhan, 26 proyek ini mencakup beragam komoditas strategis nasional yang sangat dinamis. Di sektor pertambangan, proyek difokuskan pada pembangunan smelter aluminium, baja nirkarat, dan tembaga.
Adapun untuk sektor energi serta pangan, Danantara menggarap fasilitas bioavtur, bioetanol, pengelolaan sawit, kelapa, hingga industri peternakan ayam yang terintegrasi secara modern.
Pemanfaatan seluruh potensi komoditas ini diharapkan tidak hanya menghentikan ekspor bahan mentah semata. Integrasi industri tersebut diposisikan sebagai jembatan untuk mendistribusikan kesejahteraan riil hingga ke tingkat daerah secara merata.
"Dengan percepatan ini, Danantara berkomitmen untuk tidak hanya sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memastikan hilirisasi memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat melalui terciptanya puluhan ribu lapangan kerja baru," tegas Dony.
(Dani Jumadil Akhir)