Ini Penampakan Proyek Gas Abadi Masela Rp390 Triliun yang Dibangun Prabowo

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Kamis 16 Juli 2026 17:02 WIB
Ini Penampakan Proyek Gas Abadi Masela Rp390 Triliun yang Dibangun Prabowo (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meresmikan pembangunan fasilitas pengolahan proyek LNG Abadi Masela melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026).

Hadir secara virtual, Presiden Prabowo meminta pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela yang telah tertunda hampir tiga dekade dapat diselesaikan secepat mungkin agar segera memasuki tahap produksi dan memberikan manfaat bagi perekonomian nasional.

"Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, pada Kamis, 16 Juli 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, menyatakan groundbreaking Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela secara resmi dimulai," ujar Presiden dalam sambutannya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, proyek LNG Abadi Masela menjadi salah satu investasi migas terbesar di Indonesia dengan nilai mencapai sekitar USD20,9 miliar atau setara Rp390 triliun.

"Dengan groundbreaking hari ini, pekerjaan mulai berjalan. Investasi ini sekitar USD20,9 miliar akan menghasilkan 9,5 juta ton LNG per tahun. Akan meningkatkan lifting kita," tambah Bahlil. 

Prabowo Resmikan LNG Masela

Proyek yang dioperasikan INPEX Corporation melalui anak usahanya, INPEX Masela Ltd., memiliki kapasitas produksi liquefied natural gas (LNG) sebesar 9,5 juta ton per tahun. Selain itu, proyek juga akan memproduksi kondensat hingga 35.000 barel per hari serta gas bumi sekitar 150 juta kaki kubik per hari untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri.

Berlokasi di Lapangan Abadi, Blok Masela, Laut Arafura, sekitar 750 kilometer di selatan Ambon, Maluku, proyek ini menjadi salah satu andalan pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menjaga posisi Indonesia sebagai pemain utama di industri gas alam dunia.

Keunggulan utama Proyek LNG Abadi Masela adalah penerapan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) yang memungkinkan emisi karbon hasil proses produksi ditangkap dan diinjeksikan kembali ke dalam reservoir bawah tanah. Teknologi tersebut menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam mendukung target net zero emission pada 2060.

Dalam pengembangannya, proyek mencakup pembangunan fasilitas bawah laut (subsea), Floating Production Storage and Offloading (FPSO), pipa gas, pipa CO2, hingga fasilitas pengolahan LNG dan CCS di darat yang berlokasi di Pulau Yamdena, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Perjalanan Proyek LNG Abadi telah berlangsung sejak penemuan cadangan gas pada tahun 2000. Pengembangan sempat mengalami penyesuaian setelah pemerintah mengubah konsep dari fasilitas terapung (Floating LNG/FLNG) menjadi fasilitas darat (Onshore LNG).

Pada 2023, struktur kepemilikan proyek berubah setelah Shell melepas 35 persen participating interest kepada Pertamina Hulu Energi Masela sebesar 20 persen dan PETRONAS Masela sebesar 15 persen. Saat ini komposisi kepemilikan terdiri atas INPEX Masela 65 persen, Pertamina Hulu Energi Masela 20 persen, dan PETRONAS Masela 15 persen.

Memasuki 2026, pemerintah telah menyelesaikan sejumlah tahapan penting, mulai dari persetujuan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), dimulainya pembangunan fisik proyek sejak Februari 2026, hingga rampungnya pembebasan lahan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar pada Juni 2026.

Prabowo Resmikan LNG Masela
 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya