Sejumlah badan usaha milik negara juga telah menyatakan minat menjadi pembeli gas domestik. PLN, PGN, dan Pupuk Indonesia telah menandatangani Heads of Agreement (HoA) sebagai calon offtaker untuk memanfaatkan pasokan gas dari Blok Masela.
Bahlil menyebut, selain memperkuat pasokan energi nasional, proyek ini diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang besar. Nilai kontribusinya terhadap perekonomian nasional diperkirakan mencapai USD137,7 miliar sepanjang masa operasi proyek.
Pada fase konstruksi, proyek diperkirakan mampu menyerap lebih dari 12.000 tenaga kerja dengan prioritas bagi pekerja lokal. Pemerintah juga menargetkan adanya transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta keterlibatan vendor lokal dalam rantai pasok proyek.
Bagi Pemerintah Provinsi Maluku, proyek ini juga memberikan manfaat melalui hak kelola participating interest sebesar 10 persen yang akan dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Selain itu, proyek diharapkan mempercepat pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, dan fasilitas umum di Kepulauan Tanimbar serta meningkatkan potensi dana bagi hasil yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan Indonesia Timur.
(Dani Jumadil Akhir)