Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Proyek Blok Masela Rp390 Triliun Resmi Dibangun, Serap 13 Ribu Tenaga Kerja Lokal

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Kamis, 16 Juli 2026 |14:41 WIB
Proyek Blok Masela Rp390 Triliun Resmi Dibangun, Serap 13 Ribu Tenaga Kerja Lokal
Proyek Blok Masela Rp390 Triliun Resmi Dibangun, Serap 13 Ribu Tenaga Kerja Lokal (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan kehadiran proyek Gas Abadi Blok Masela dengan nilai investasi Rp390 triliun akan mampu menyerap hingga 13 ribu tenaga kerja lokal di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Bahlil menjelaskan, pada saat proses konstruksi pembangunan pabrik fasilitas pengolahan gas alam cair (LNG) untuk proyek Gas Abadi Blok Masela, di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku ini akan menyerap sekira 12 ribu tenaga kerja lokal. Sementara ketika beroperasi ditarget mampu merekrut hingga 1.000 orang warga lokal. 

"Tenaga kerja 12 ribu yang digunakan pada masa konstruksi, dan 800 sampai 1.000 tenaga kerja saat operasi. Kita sepakat, kita prioritaskan masyarakat di tier 1 dulu," ujar Bahlil dalam laporan saat groundbreaking Proyek Gas Abadi Blok Masela di Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026).

Bahlil menjelaskan, untuk kebutuhan tenaga kerja profesional di proyek ini pihaknya juga sudah menyiapkan agar anak-anak di Tanimbar bakal disekolahkan di akademi minyak dan gas di Cepu, Jawa Tengah. Setelah penggunaan tenaga kerja lokal, baru akan ditambah dengan tenaga kerja dari luar daerah.

"Anak-anak Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya, sebagian sudah dikirim untuk sekolah di Cepu, di akademi migas. Kemudian keluaran mereka akan kita serap untuk bekerja di Blok Masela. Nanti Petronas dan Pertamina, lapangan kerja profesional, dari tier satu dulu, kalau sudah habis baru ke luar," tambahnya.

Sehingga dengan serapan tenaga kerja baru itu, diharapkan mampu mendorong perekonomian daerah. Bahlil menyebut pertumbuhan ekonomi melalui kontribusi terhadap PDB nasional sekitar USD137,8 miliar, serta peningkatan PDRB Provinsi Maluku sebesar USD95 miliar, dan PDRB Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebesar USD92 miliar yang disertai peningkatan pendapatan rumah tangga secara nasional. 

"Ini adalah sebagai bentuk dukungan daripada blok ini mempergunakan juga adalah transisi energi penurunan emisi melalui pembangunan fasilitas carbon capture and storage (CCS) yang akan menangkap menyimpan emisi karbon dioksida dari proses produksi," tambah Bahlil. 

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement