JAKARTA - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mempercepat pembangunan fisik tahap II untuk mengejar target Nusantara berfungsi sebagai ibu kota politik pada 2028. Target tersebut sesuai dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025.
Untuk memastikan target tersebut tercapai, pemerintah melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap seluruh proyek yang dibiayai melalui APBN, investasi swasta, maupun skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan percepatan pembangunan dilakukan dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi, keselamatan kerja, serta prinsip keberlanjutan lingkungan.
"Kita bekerja cepat, tetapi tetap aman dan nyaman. Target kita adalah 2028. Tiga pilar pembangunan IKN tetap menjadi pegangan, yaitu kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan," ujar Basuki, Kamis (16/7/2026).
Pembangunan tahap II IKN didukung melalui tiga sumber pembiayaan, yakni APBN, KPBU, dan investasi swasta. Dari sisi APBN yang dikelola Otorita IKN, terdapat 40 paket pekerjaan fisik. Sebanyak sembilan paket telah rampung pada 2025, 15 paket masih dalam tahap konstruksi, dan 16 paket lainnya memasuki tahap persiapan lelang.