Anita turut menyoroti masih adanya badan usaha milik negara (BUMN) yang membangun atau membeli kapal dari luar negeri meski memperoleh dukungan anggaran negara. Menurutnya, jika proyek tersebut dikerjakan oleh galangan kapal nasional, manfaat ekonomi akan dirasakan lebih luas karena mampu menggerakkan industri baja, mesin, kelistrikan, komponen kapal, jasa rekayasa, hingga menyerap ribuan tenaga kerja.
Di sisi lain, Anita menegaskan pelaku industri juga harus terus melakukan transformasi melalui modernisasi fasilitas produksi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, digitalisasi proses produksi, efisiensi biaya, serta penguasaan teknologi kapal ramah lingkungan agar mampu bersaing di pasar global.
"Kami berharap musibah seperti yang dialami PT Dok dan Perkapalan Surabaya tidak kembali terjadi. Industri galangan kapal yang sehat dan kuat akan menjadi fondasi penting dalam menjaga kemandirian industri maritim, mendukung kesiapan transportasi laut nasional, sekaligus memperkuat ekosistem logistik nasional," ujar Anita.
(Feby Novalius)