"Keunggulan kompetensi harus dibarengi dengan kejujuran dan integritas. Hasil kerja seorang analis maupun teknisi akan dipercaya karena dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Menjaga integritas berarti menjaga mutu produk Indonesia, melindungi konsumen, sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di pasar global," ungkap Agus.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi menyampaikan bahwa kualitas lulusan sekolah vokasi Kementerian Perindustrian telah diakui oleh dunia industri.
"Hingga Juli 2026, sebanyak 1.483 orang atau 63 persen dari total 2.361 lulusan telah terserap di berbagai perusahaan industri. Capaian ini menunjukkan bahwa kompetensi lulusan SMK Kementerian Perindustrian sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri," kata Doddy.
Adapun lulusan SMK Kementerian Perindustrian telah bekerja di berbagai perusahaan manufaktur nasional, di antaranya PT Mayora Indah Tbk, PT Panasonic Gobel Energy Indonesia, PT Astra Daihatsu Motor, PT Toyota Boshoku Indonesia, PT Adhi Chandra Jaya, PT Sucofindo, PT LAPI Laboratories, PT Alamanda Global Health, serta sejumlah perusahaan manufaktur lainnya
(Feby Novalius)