Menurutnya, sejumlah kendala yang terjadi antara lain putusnya pipa transmisi gas TGI sebanyak dua kali pada awal tahun, penghentian operasi ratusan rig Pertamina, kerusakan pembangkit listrik MCTN yang menopang operasional pompa angguk, kebakaran switchgear dan transformator di fasilitas produksi, kebocoran pipa bawah laut, hingga kerusakan jaringan pipa di Aceh dan Sumatera Utara akibat bencana.
"Penemuan cadangan baru memang penting, tetapi tidak akan optimal jika fasilitas produksi dan infrastruktur migas sering mengalami gangguan. Pemerintah harus bergerak cepat memastikan keandalan infrastruktur agar produksi tidak terus terganggu," katanya.
Gunhar meminta pemerintah bersama SKK Migas dan seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fasilitas produksi migas nasional.
Menurutnya, setiap gangguan operasional harus segera ditangani agar tidak berdampak terhadap target lifting minyak dan gas bumi.
"Ketahanan energi tidak hanya bergantung pada keberhasilan eksplorasi, tetapi juga pada kemampuan menjaga aset-aset produksi tetap andal. Karena itu, percepatan pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur harus menjadi prioritas," pungkasnya.
(Feby Novalius)