Defisit Ekspor USD1,61 Miliar, Ketua Kadin Tekankan Pentingnya Hilirisasi

Rohman Wibowo, Jurnalis
Jum'at 24 Juli 2026 19:07 WIB
Ketum Kadin (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menekankan soal defisit ekspor Mei 2026 perlu disikapi dengan mendorong penciptaan nilai tambah pada produk manufaktur dalam negeri.

Kalangan pengusaha menilai gejolak jangka pendek tersebut tak lepas dari peningkatan impor bahan baku industri yang dibutuhkan untuk memacu aktivitas manufaktur dalam negeri.

"Pertama tentunya kita melihat bahwa kalau dilihat data defisit ekspor di bulan Mei kemarin, angka tersebut melibatkan juga bahan baku tentunya. Tapi kembali lagi ke hal ini ialah bagaimana mengekspor lebih dan mengekspor yang nilai tambahnya lebih," kata pria yang akrab disapa Anin itu, selepas pertemuan dengan Menko Airlangga Hartarto di rumah dinas Widya Chandra, Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Anin mendorong akselerasi program hilirisasi komoditas agar produk ekspor nasional memiliki daya saing yang jauh lebih tinggi. Pihaknya membeberkan bahwa produk manufaktur tanah air sebenarnya telah berhasil menembus rantai pasok global dan digunakan oleh jenama dunia.

"Sudah ada hilirisasi dari mineral kritis, sebelumnya nikel, sekarang bauksit, dan ke depannya kita melihat makin naik kelas. Kayak sepatu On Cloud orang tidak menyangka ternyata dari Majalengka, Boeing bagian wing atau moncongnya dari Dirgantara, dan mobil di Filipina hampir semuanya made in Indonesia. Hal-hal seperti itu yang ingin kita buat orang optimistis untuk berusaha di Indonesia," terang Anin.

Dia menitikberatkan optimisme terhadap iklim usaha nasional terkonfirmasi seiring tetap bergairahnya arus investasi masuk dan transaksi perdagangan internasional.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya