Kata Ibrahim, dari sudut pandang eksternal, lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings turut memberikan catatan analisis atas dinamika politik moneter Indonesia. Meskipun tidak secara langsung menggerus peringkat utang negara, gejolak pimpinan bank sentral ini dipandang tetap berpotensi menambah variabel risiko terhadap arah kebijakan moneter mendatang.
"Sovereign Analyst di S&P Global Ratings Rain Yin menilai pengunduran diri Perry Warjiyo tidak berdampak langsung pada sovereign rating Indonesia, meski dapat berkontribusi pada peningkatan risiko terkait prospek kebijakan negara," ujar Ibrahim.
"Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah diproyeksikan fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.960 hingga Rp18.020 per dolar AS," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)