Rupiah Ditutup Menguat ke Rp18.073 per Dolar AS

Anggie Ariesta, Jurnalis
Rabu 29 Juli 2026 15:31 WIB
Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)
Share :

Sementara ancaman terhadap infrastruktur energi kawasan tetap ada menyusul laporan Arab Saudi mengenai keberhasilan mereka mencegat pesawat nirawak (drone) dan rudal yang menargetkan fasilitas minyak di Provinsi Timur negara itu.

Pelaku pasar mungkin enggan untuk memasang taruhan agresif menjelang dirilisnya hasil pertemuan kebijakan FOMC yang krusial, yang akan dirilis Kamis dini hari pukul 01.00 WIB, yang akan memberikan petunjuk tentang jalur kebijakan Federal Reserve AS (Fed) di masa mendatang. 

Menjelang peristiwa penting terkait kebijakan bank sentral, para pedagang mengurangi taruhan kenaikan suku bunga Fed di tengah harapan baru akan diplomasi AS-Iran untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama lima bulan, yang menyebabkan penurunan harga minyak dan meredakan kekhawatiran inflasi.

Dari sentimen domestik, pasar merespon negatif terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto yang menurun drastis menjadi 49,5 persen masyarakat puas dengan kebijakannya. Hal itu berdasarkan hasil survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia terhadap 4.250 responden pada periode 14 Juli hingga 24 Juli 2026.

Tingkat kepuasan kinerja Prabowo ini turun sekitar 18 persen dari hasil survei Indikator Politik Indonesia pada April 2026. Saat itu, tingkat kepuasan kinerja Prabowo mencapai 68 persen. Bahkan pada Desember 2025, tingkat kepuasan terhadap kinerja Prabowo mencapai 81 persen.

Kemudian, pasca pengunduran Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia. BI terus berkomitmen menjaga stabilitas yang menjadi prasyarat utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Stabilisasi nilai tukar rupiah terus diperkuat, sehingga konsisten mendukung pencapaian sasaran inflasi dan mendorong kegiatan ekonomi.

Selain itu, optimalisasi bauran kebijakan moneter dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah ditingkatkan, tidak hanya mengandalkan suku bunga kebijakan, instrumen moneter lain juga dipertajam.

Berbagai instrumen terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar, sekaligus mendukung masuknya aliran modal asing.

Instrumen yang dioptimalkan termasuk triple intervention di pasar valas (spot, non-deliverable forward/NDF, dan domestic non-deliverable forward/DNDF) serta optimalisasi instrumen moneter, seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang didukung fasilitas insentif swap dan DNDF hedging.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp18.070-Rp18.130 per dolar AS.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya