JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara menjadi perhatian setelah wilayah tersebut mencatatkan perkembangan signifikan melalui hilirisasi industri dan peningkatan investasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Maluku Utara tumbuh 19,64% pada triwulan I-2026.
Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh sektor industri pengolahan yang tumbuh 37,09% serta peningkatan investasi yang tercermin dari Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 17,57%.
Capaian itu melanjutkan tren positif pada 2025, ketika Maluku Utara mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia sebesar 34,17%. Pada periode tersebut, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp133,6 triliun, dengan PDRB per kapita sekitar Rp97 juta.
Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara turut didukung oleh berbagai potensi daerah, seperti hilirisasi nikel, pertambangan emas dan tembaga, sektor perikanan, perkebunan rempah, pariwisata bahari, serta pengembangan energi terbarukan.
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Nixon LP Napitupulu, menilai perkembangan ekonomi Maluku Utara menunjukkan adanya peningkatan aktivitas ekonomi yang perlu diimbangi dengan penguatan berbagai sektor pendukung, termasuk akses layanan keuangan dan pembangunan sosial.