Tambak Terintegrasi Waingapu Diproyeksikan Serap 7.000 Tenaga Kerja, Nilai Produksi Capai Rp4 Triliun

Taufik Fajar, Jurnalis
Sabtu 01 Agustus 2026 18:19 WIB
Menteri KKP Wahyu dan Menko Pangan (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memproyeksikan operasional kawasan budi daya udang terintegrasi (Integrated Shrimp Farming/ISF) di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur akan menghasilkan 52.800 ton udang per tahun dengan nilai produksi sekitar Rp 4 triliun, serta menyerap sekitar 7.000 tenaga kerja pada sektor hulu, produksi, dan hilir. 

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, tambak ISF Waingapu seluas 2.150 hektare dirancang sebagai ekosistem industri udang yang lengkap, bukan hanya kawasan tambak. 

Pemerintah menyiapkan infrastruktur utama untuk mendukung proses produksi, sedangkan sektor swasta didorong memperkuat mata rantai industri dari hulu hingga hilir.

“Tambak saja dibangun tidak cukup kalau tidak diikuti hulu dan hilirnya. Nanti dibangun hatchery, pabrik pakan, fasilitas pengolahan, dan pabrik es di sini,” kata Menteri Trenggono dikutip, Sabtu (1/8/2026).

Area produksi Tambak ISF Waingapu dirancang dalam 12 klaster yang terdiri atas 1.536 kolam budi daya, 192 tandon, dan 48 instalasi pengolahan air limbah atau IPAL klaster. 

Kawasan ini juga dilengkapi jaringan intake, area karantina, jalan produksi, fasilitas penunjang, serta IPAL utama seluas 82,34 hektare untuk mendukung kegiatan budi daya yang efisien, terukur, dan berkelanjutan. 

Hingga 29 Juli 2026, progres pembangunan fisik telah mencapai sekitar 10 persen dengan dukungan 312 unit alat berat dan melibatkan 682 tenaga kerja konstruksi. Tahap pembangunan berlangsung pada 2026–2027, dilanjutkan operasional tahap awal pada 2027 dan operasional penuh pada 2028. 

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya