“Kalau kita yang produksi dan kita ekspor, kita akan mendapat devisa. Yang diuntungkan adalah rakyat Sumba, NTT, dan Indonesia. Itu yang disebut swasembada pangan untuk kehormatan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.
Menurutnya, kehadiran Tambak ISF Waingapu akan menciptakan efek ganda bagi perekonomian daerah. Produksi udang dalam skala besar akan meningkatkan kebutuhan jagung dan tepung ikan sebagai bahan baku pakan sehingga membuka pasar untuk hasil pertanian dan perikanan lokal. Perputaran ekonomi juga diperkirakan mendorong pertumbuhan UMKM, perhotelan, transportasi, serta berbagai layanan pendukung lainnya.
Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali menyambut pembangunan Tambak ISF Waingapu sebagai program strategis yang diyakini mampu mengubah struktur ekonomi daerah. Proyek tersebut dinilai berarti bagi Sumba Timur yang masih menghadapi angka kemiskinan hampir 25 persen karena akan membuka peluang kerja dan memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Hadirnya program ini akan sangat berdampak bagi masyarakat Kabupaten Sumba Timur, terutama dari sisi terbukanya peluang lapangan kerja dan perbaikan kehidupan warga ke depan,” ujar Bupati Umbu Lili.
Pengembangan industri hulu dan hilir turut diperkuat melalui komitmen investasi Guangdong Evergreen Group. Melalui initial letter of intent, perusahaan tersebut merencanakan investasi sekitar USD158,5 juta atau setara kurang lebih Rp2,8 triliun selama tiga tahun untuk pembangunan hatchery, pabrik pakan, dan fasilitas pengolahan udang.
“Kami melihat Sumba Timur memiliki potensi yang sangat besar. Investasi ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku industri, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memberikan dampak positif bagi pembangunan sosial ekonomi masyarakat Sumba Timur,” ujar Perwakilan Indonesia Evergreen Group, Tina Maria.
(Taufik Fajar)