Dari sisi domestik BI berfokus menjaga inflasi, sedangkan dari sisi eksternal perhatian utama diarahkan pada stabilitas nilai tukar rupiah. Menurutnya, kedua aspek tersebut menjadi tantangan utama dalam jangka pendek.
Sejalan dengan itu, BI dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) terakhir memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75 persen sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian global.
Selain menjaga nilai tukar, BI juga mencermati perkembangan inflasi pangan yang masih berada di atas 5 persen. Sementara itu, inflasi inti dinilai masih berada pada level yang terkendali.
"Perhatian kami saat ini adalah inflasi pangan yang masih di atas 5 persen. Sementara inflasi inti masih relatif terjaga," kata Destry.
Di sisi lain, Destry mengatakan kondisi pasar keuangan domestik menunjukkan perkembangan positif. Menurutnya, arus modal asing mulai kembali masuk ke pasar keuangan Indonesia sehingga mendukung penguatan cadangan devisa, menambah likuiditas pasar, dan membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.