Ekspor Indonesia USD25,46 Miliar di Juni 2026, Naik 8,84 Persen

Anggie Ariesta, Jurnalis
Senin 03 Agustus 2026 12:00 WIB
Ekspor Indonesia USD25,46 Miliar di Juni 2026, Naik 8,84 Persen (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia di Juni 2026 mencapai USD25,46 miliar atau naik sebesar 8,84 persen dibandingkan dengan Juni tahun 2025..

Sedangkan untuk ekspor migas tercatat USD1,07 miliar atau turun 4,25 persen. Untuk ekspor non migas naik 9,46 persen dengan nilai USD24,39 miliar secara yoy.

“Kenaikan nilai ekspor Juni 2026 secara tahunan terutama didorong oleh kenaikan nilai ekspor non-migas yaitu pada beberapa komoditas. Pertama, bahan bakal mineral atau HS27 nilainya naik 49,67 persen. Demikian juga untuk volumenya, naik 15,34 persen,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Kemudian yang kedua, nikel dan barang daripadanya atau HS75 nilainya naik 69,30 persen. Sedangkan volumenya justru mengalami penurunan sebesar 12,14 persen.

Untuk lemak dan minyak hewani nabati atau HS15 nilainya naik sebesar 10,45 persen sedangkan volumenya turun sebesar 7,09 persen.

BPS juga melaporkan nilai ekspor Indonesia pada periode Januari hingga Juni 2026 mencapai USD140,81 miliar. Ateng mengatakan, nilai ekspor Juni 2026 ini naik 4,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Untuk ekspor, sepanjang Januari sampai dengan Juni tahun 2026, total ekspor mencapai USD140,81 miliar atau naik sebesar 4,13 persen jika dibandingkan periode yang sama di tahun yang lalu," kata Ateng.

Untuk nilai ekspor migas tercatat USD6,23 miliar atau turun sebesar 10,19 persen. Sementara itu, nilai ekspor non migas tercatat naik 4,90 persen senilai USD134,58 miliar.

"Peningkatan ekspor non-migas tersebut terutama pada nikel dan barang dari padanya atau HS75, lemak dan minyak hewan atau nabati HS15, dan juga bahan bakar mineral atau HS72," ungkap Ateng.

 

Menurut sektornya, peningkatan nilai ekspor non-migas secara kumulatif terjadi di sektor industri pengolahan meningkat 7,37 persen. Sektor industri pengolahan juga menjadi pendorong utama atas peningkatan kinerja ekspor non-migas sepanjang Januari sampai dengan Juni tahun 2026 dengan andilnya 6,18 persen.

Ekspor sektor industri pengolahan yang naik cukup besar tersebut terutama yaitu pada produk olahan nikel, kemudian pada minyak kelapa sawit, pada kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, kimia dasar organik lainnya, serta juga dari aluminium.

Jika dilihat menurut negara dan kawasan tujuan utamanya, nilai ekspor non-migas ke China tercatat sebesar USD34,56 miliar atau naik sebesar 18,10 persen jika dibandingkan pada kondisi Januari sampai dengan Juni tahun 2025.

Kenaikan ekspor non-migas ke China utamanya pada nikel dan barang daripadanya atau HS75, lemak dan minyak hewani atau nabati atau HS15, dan juga bahan bakar mineral atau HS27.

Kemudian, jika dibandingkan secara kumulatif dengan prioritas yang sama tahun yang lalu, maka pada bulan Januari sampai dengan Juni tahun 2026, ekspor non-migas ke lima negara atau kawasan tujuan utamanya mengalami peningkatan. Namun demikian, pada negara atau kawasan tujuan lainnya mengalami penurunan.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya