JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan perekonomian nasional sepanjang 2026 akan tumbuh di kisaran angka 5,6-6 persen. Proyeksi ini di topang dari sinergi kebijakan pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan.
Menkeu Purbaya mengatakan pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun akan dijaga dengan menjaga konsumsi atau daya beli masyarakat, peningkatan investasi, hingga belanja pemerintah yang belum direalisasikan hingga akhir tahun mendatang.
"Sinergi kebijakan antara lembaga anggota KSSK akan terus diperkuat guna menjaga keberlanjutan momentum pertumbuhan. Dengan sinergi kebijakan tersebut, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 diperkirakan berada pada kisaran 5,6 persen–6,0 persen year-on-year," ujarnya dalam Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin (3/7/2026).
Ketua KSSK itu menegaskan, belanja negara hingga akhir tahun akan diarahkan untuk mendukung konsumsi rumah tangga melalui program perlindungan sosial, stabilitas harga pangan dan energi, hingga stimulus diskon tarif transportasi selama periode libur sekolah.
Sementara dari sisi investasi, Purbaya menilai hingga akhir tahun akan tumbuh yag di topang oleh banyaknya proyek-proyek hilirisasi yang bernilai tambah tinggi dan belum direalisasikan saat ini. Proyeksi pertumbuhan investasi ini tercermin dari PMI manufaktur yang masih berada di level ekspansi.
"Aktivitas manufaktur sempat termoderasi pada akhir triwulan II, namun kembali melanjutkan ekspansi pada Juli 2026 dengan PMI manufaktur di level 50,2 yang menunjukkan pemulihan optimisme pelaku usaha," kata Purbaya.
Selain itu Purbaya menegaskan pembangunan infrastruktur pada program prioritas pemerintah juga bakal digulirkan hingga akhir tahun mendatang. Hal ini akan meningkatkan porsi belanja pemerintah dalam akumulasi pertumbuhan ekonomi naisonal.
"Konsumsi pemerintah diperkirakan tumbuh positif sejalan dengan percepatan belanja program prioritas, pembayaran gaji ke-13 bagi aparatur negara, dan penyaluran bantuan sosial," pungkasnya.
(Taufik Fajar)