JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat jumlah korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II yang berhasil dievakuasi bertambah menjadi 234 orang hingga Senin pukul 09.00 WIB. Dari jumlah tersebut, sebanyak 229 penumpang dinyatakan selamat, sementara lima orang meninggal dunia.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan duka cita kepada keluarga korban dan memastikan pemerintah terus mengawal proses evakuasi sekaligus pemenuhan hak-hak korban dan keluarganya.
"Atas nama pemerintah dan Kementerian Perhubungan, saya kembali menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Kami mendoakan seluruh korban yang masih menjalani perawatan agar segera pulih," ujar Dudy, Selasa (4/8/2026).
Menurut Dudy, keselamatan dan perlindungan terhadap seluruh penumpang menjadi prioritas utama pemerintah. Karena itu, Kemenhub terus berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Sumenep, operator kapal, rumah sakit, PT Jasa Raharja, Pelindo, serta instansi terkait untuk mempercepat proses pencarian, evakuasi, dan penanganan korban.
Ia memastikan pemerintah akan mengawal seluruh hak korban, mulai dari pelayanan kesehatan, pendampingan kepada keluarga, hingga penyelesaian santunan dan perlindungan asuransi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Kami telah menginstruksikan jajaran Kementerian Perhubungan untuk terus mengawal proses pemenuhan hak-hak korban dan memastikan koordinasi antarinstansi berjalan optimal. Jangan sampai ada korban ataupun keluarga yang mengalami kesulitan dalam memperoleh pelayanan maupun hak-haknya," katanya.
Selain itu, Kemenhub mengawasi agar operator kapal memenuhi seluruh kewajibannya kepada penumpang dan keluarga korban, termasuk memberikan informasi yang akurat, membantu proses administrasi, memfasilitasi identifikasi korban, serta memenuhi tanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kementerian juga menyatakan proses pendataan identitas korban dan pencocokan manifes dilakukan secara cermat untuk menghindari kekeliruan dalam penyampaian informasi kepada keluarga. Seluruh perkembangan akan diumumkan berdasarkan data yang telah diverifikasi bersama instansi terkait.
Di sisi lain, operasi pencarian terhadap korban yang belum ditemukan masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Kemenhub menyatakan akan terus mendukung proses tersebut hingga seluruh penanganan dinyatakan selesai.
Sementara itu, Dudy mengatakan pemerintah mendukung investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengungkap penyebab kebakaran secara objektif. Hasil investigasi tersebut akan menjadi dasar evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan pelayaran, termasuk kepatuhan operator, prosedur operasional, standar pelayanan penumpang, serta sistem pengawasan.
"Keselamatan masyarakat merupakan prioritas yang tidak dapat ditawar. Setiap pembelajaran dari insiden ini akan menjadi dasar perbaikan sistem keselamatan pelayaran nasional," ujar Dudy.
Iqbal Dwi Purnama
(Feby Novalius)