Ini Bukti Ekonomi RI Tetap Solid, Inflasi Terjaga hingga Manufaktur Kembali Ekspansi

Rohman Wibowo, Jurnalis
Selasa 04 Agustus 2026 10:04 WIB
Kinerja perekonomian terus menunjukkan daya tahan yang solid. (Foto: Okezone.com/Aldhi Chandra)
Share :

Di sektor energi, langkah akselerasi ditempuh melalui peningkatan lifting migas, percepatan energi baru terbarukan (EBT), pembangunan infrastruktur energi, program biodiesel, hingga hilirisasi sumber daya alam.

Penguatan Mandatori Biodiesel B50 yang resmi bergulir sejak 1 Juli 2026 terus dipacu guna menopang target swasembada energi. Kebijakan ini dipadukan dengan pembatasan ekspor minyak mentah demi mengamankan pasokan kilang domestik, menghemat devisa, serta menekan ketergantungan impor.

Airlangga juga menyoroti performa ketahanan eksternal yang menunjukkan hasil positif melalui catatan surplus kumulatif neraca perdagangan senilai USD3,58 miliar pada periode Januari–Juni 2026. Surplus tersebut ditopang oleh capaian sektor nonmigas sebesar USD19,35 miliar, yang mampu meredam defisit sektor migas sebesar USD15,77 miliar di tengah fase transisi menuju swasembada energi.

Khusus pada Juni 2026, defisit neraca perdagangan bulanan menyempit tajam hingga 72,02% menjadi USD0,45 miliar, membaik signifikan dibandingkan dengan posisi defisit Mei 2026 yang sebesar USD1,61 miliar. Perbaikan bulanan ini disokong oleh meningkatnya surplus nonmigas menjadi USD3,04 miliar (dibandingkan dengan USD2,15 miliar pada Mei) serta mengecilnya defisit migas ke level USD3,49 miliar (dari USD3,75 miliar).

Kekuatan perdagangan nonmigas menjadi penopang utama ketahanan sektor eksternal. Kinerja ekspor nonmigas ditopang oleh komoditas CPO dan produk turunannya yang naik 7,32% menjadi USD12,27 miliar, dengan industri pengolahan memberi andil pertumbuhan ekspor terbesar mencapai 6,18% sebagai bukti keberlanjutan hilirisasi.

Sementara itu, dari sisi impor, bahan baku/penolong (USD97,95 miliar) dan barang modal (USD27,36 miliar) mendominasi dengan porsi 91,3% dari total impor, sedangkan barang konsumsi hanya 8,7%. Kenaikan impor mesin/peralatan mekanis sebesar 17,43% dan mesin/perlengkapan elektrik sebesar 19,63% menandakan penguatan aktivitas produksi dan investasi industri manufaktur dalam negeri.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya