"Perdagangan di antara kita mencapai 17,5 miliar dolar dan kedua pemimpin sudah membahas pencapaian target 30 miliar dolar pada 2030, disertai investasi masuk lebih dari 100 juta dolar. Sebagai bapak pendiri ASEAN, Indonesia dipastikan mendukung penuh Thailand yang akan menjabat ketua ASEAN pada 2028," tutur Anindya.
Komitmen multilateral kedua negara tercermin pula dari keberadaan Sekretariat ASEAN di Jakarta dan kantor ESCAP PBB di Bangkok. Untuk mengoptimalkan potensi pasar yang besar, dunia usaha membutuhkan inovasi dalam skala masif pada sektor ekonomi digital, konektivitas, hingga manufaktur maju.
Di luar sektor ekonomi digital dan energi hijau, Anindya mendorong kedua negara untuk bersinergi menjadi pemimpin dunia di sektor ketahanan pangan. Kolaborasi ini menggabungkan keahlian pertanian modern Thailand, mulai dari beras melati hingga buah-buahan tropis, dengan kekayaan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati Indonesia.
"Ada satu bidang yang saya yakini kedua negara dapat menjadi pemimpin global bersama, yaitu ketahanan pangan. Indonesia membawa sumber daya alam melimpah, keanekaragaman hayati, dan skala besar, sedangkan Thailand membawa keahlian puluhan tahun, inovasi, dan kepemimpinan global dalam pertanian," kata Anindya.
(Taufik Fajar)