Sementara, sektor kulit dan alas kaki bergerak lebih cepat dengan tumbuh 5,28 persen. Dari segi kepercayaan investor asing hampir dua kali lipat, dari Rp13,5 triliun pada 2024 menjadi Rp24 triliun pada 2025.
"Dan yang paling membanggakan, sektor ini mencatat surplus perdagangan USD2,89 miliar, kita mengekspor jauh lebih banyak daripada yang kita impor," katanya.
Sekadar informasi, Krista Exhibitions Group menggelar pameran Indo Leather & Footwear (ILF) Expo dan Indo Garment & Textile (IGT). Ajang ini diikuti oleh 210 peserta, termasuk 50 UMKM lokal, serta perusahaan dan pelaku industri dari 14 negara, yaitu Indonesia, China, Italia, Uni Emirat Arab, Pakistan, Spanyol, India, Bangladesh, Jerman, Taiwan, Hong Kong, Vietnam, Singapura, dan Korea Selatan.
Partisipasi internasional yang semakin luas menunjukkan besarnya kepercayaan dunia terhadap potensi industri manufaktur Indonesia sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen di kawasan Asia.
Beragam inovasi ditampilkan dalam pameran ini, mulai dari produk kulit dan alas kaki, tekstil, garmen, bahan baku, aksesori, hingga mesin produksi, teknologi otomasi, dan solusi manufaktur terkini. Seluruhnya dirancang untuk mendukung peningkatan produktivitas, efisiensi, kualitas produk, serta penerapan praktik industri yang lebih berkelanjutan.