RI-Arab Saudi Jajaki Kerja Sama Hilirisasi dan Energi Terbarukan, Investasi Capai USD126,2 Juta

Rohman Wibowo, Jurnalis
Kamis 06 Agustus 2026 07:20 WIB
RI-Arab Saudi Jajaki Kerja Sama Hilirisasi dan Energi Terbarukan. (Foto: Okezone.com/MIND)
Share :

JAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang promosi penanaman modal langsung bersama Menteri Investasi Kerajaan Arab Saudi Fahad bin Abduljalil Al-Saif. Kesepakatan tersebut bertujuan memperkuat kemitraan ekonomi kedua negara di berbagai sektor strategis.

Rosan menjelaskan, penandatanganan nota kesepahaman tersebut merupakan langkah strategis untuk membawa hubungan bilateral Indonesia dan Arab Saudi ke level yang lebih tinggi.

"Hari ini bukan sekadar penandatanganan nota kesepahaman. Hari ini adalah tentang mentransformasikan persahabatan yang telah terjalin lama menjadi kerja sama ekonomi yang lebih kuat," ujar Rosan, Kamis (6/8/2026).

Rosan mengatakan, hubungan erat yang telah terjalin selama puluhan tahun kini diperluas melalui peningkatan investasi guna menghadirkan manfaat ekonomi bagi kedua negara.

"Kami ingin melihat semakin banyak perusahaan Arab Saudi berinvestasi di Indonesia dan semakin banyak perusahaan Indonesia yang menjajaki peluang usaha di Arab Saudi. Kami juga ingin memperkuat kolaborasi di sektor-sektor strategis, mulai dari hilirisasi, manufaktur, infrastruktur, energi baru terbarukan, logistik, properti, hingga teknologi digital," ujarnya.

Tercatat, realisasi investasi langsung (Foreign Direct Investment/FDI) Arab Saudi di Indonesia mencapai USD126,2 juta pada periode 2021 hingga Semester I 2026.

Di tengah dinamika global, Rosan menilai investor kini semakin mengutamakan stabilitas, kepastian, dan peluang jangka panjang, melampaui pertimbangan biaya kompetitif semata.

"Arab Saudi tengah menjalankan agenda Vision 2030, sementara Indonesia terus mempercepat industrialisasi, hilirisasi, pembangunan infrastruktur, dan transformasi ekonomi. Kesamaan arah pembangunan tersebut membuka peluang kolaborasi yang sangat besar bagi kedua negara," katanya.

Berdasarkan MoU tersebut, kedua negara sepakat meningkatkan kerja sama melalui pertukaran informasi mengenai statistik, regulasi, dan peluang bisnis; konsultasi dengan sektor swasta; promosi investasi bersama; serta pertukaran pengetahuan dan kunjungan antarahli.

Rosan menekankan bahwa tolok ukur keberhasilan kesepakatan tersebut terletak pada implementasi nyata yang mampu melahirkan investasi baru, memperluas kemitraan bisnis, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Pemerintah Indonesia, lanjut Rosan, akan terus menjaga iklim investasi yang kondusif melalui berbagai reformasi kebijakan yang berkelanjutan bersama Arab Saudi.

"Indonesia berkomitmen melakukan reformasi. Kami menyambut investasi yang mampu menciptakan nilai tambah, mendorong alih pengetahuan, mengembangkan industri, serta menghadirkan kemakmuran bersama," kata Rosan.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya