Perusahaan dalam Bayang-Bayang Pailit, Ujian Minat Investasi Asing 

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Minggu 09 Agustus 2026 12:33 WIB
Perusahaan dalam Bayang-Bayang Pailit, Ujian Minat Investasi Asing  (Foto: Okezone)
Share :

Alarm bagi Iklim Investasi Asing

Bagi investor global, kepastian hukum dalam penyelesaian sengketa niaga adalah tolok utamanya. 

Kasus yang menimpa PT Dua Kuda Indonesia dinilai mempertaruhkan citra hukum komersial di Indonesia. 

Ketika sebuah badan usaha yang solven, patuh aturan, dan mempekerjakan ribuan tenaga kerja lokal dapat tiba-tiba terseret dalam pusaran kepailitan yang dinilai cacat prosedur, para investor asing tentu akan berpikir ulang menanamkan modalnya.

Ketua Tim Kuasa Hukum menegaskan bahwa pemerintah melalui arah kebijakan nasional sangat mengandalkan investasi asing untuk menggenjot perekonomian. Oleh karena itu, penegakan hukum yang berkeadilan mutlak dikedepankan agar insiden serupa tidak mencederai iklim investasi makro.

"Jangan sampai hukum kita menjadi introspeksi buruk bagi dunia internasional. Kami adalah perusahaan investasi yang sangat dibutuhkan," katanya.

Menyelamatkan Going Concern demi Kepercayaan Global

Di tingkat operasional, izin going concern dari Hakim Pengawas yang diharapkan mampu menyelamatkan nilai perusahaan justru kerap menemui hambatan administratif di tingkat kurator. Hambatan ini dikhawatirkan tidak hanya menghentikan roda produksi dan memutus rantai pasok ekspor, tetapi juga menggerus nilai aset (boedel pailit) yang seharusnya dilindungi demi kepentingan semua pihak, termasuk para kreditur.

Lebih jauh lagi, taruhan terbesar dari kemelut ini berada di pundak lebih dari 1.060 pekerja yang menggantungkan hidupnya pada kelangsungan pabrik.

Aksi damai yang berulang kali digelar oleh para buruh di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat merupakan cerminan keresahan akar rumput yang mendambakan keadilan dan kepastian pekerjaan.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya