Ibrahim menjelaskan, potensi penguatan harga emas dunia turut membuka peluang kenaikan harga logam mulia di pasar domestik. Ibrahim menyebut harga logam mulia sebelumnya ditutup di level Rp2,69 juta per gram.
Dalam sepekan, harga logam mulia diperkirakan bergerak pada kisaran Rp2,55 juta hingga Rp2,82 juta per gram. Ibrahim melihat peluang harga bergerak menuju level resistance Rp2,82 juta per gram.
Untuk perdagangan Senin (10/8/2026), harga logam mulia diperkirakan memiliki support di Rp2,67 juta per gram dan resistance Rp2,71 juta per gram.
Meski demikian, penguatan rupiah berpotensi membatasi kenaikan harga logam mulia di dalam negeri. Sebab, ketika rupiah menguat terhadap dolar AS, kenaikan harga emas dalam denominasi dolar tidak sepenuhnya diterjemahkan menjadi kenaikan harga emas domestik.
"Walaupun rupiah juga menguat, tetapi penguatan mata uang rupiah membuat kenaikan harga logam mulia sedikit terbatas," pungkas Ibrahim.
(Dani Jumadil Akhir)