Hasil SNLIK 2026: 69,57 Persen Teredukasi Keuangan, 93,61 Persen Memanfaatkan Jasa Keuangan

Rohman Wibowo, Jurnalis
Senin 10 Agustus 2026 18:26 WIB
BPS (Foto: Okezone)
Share :

Untuk kategori literasi syariah, posisi tertinggi dipimpin oleh Provinsi Aceh, Kepulauan Riau, dan DKI Jakarta. Di sisi lain, beberapa wilayah di Indonesia bagian timur masih mencatatkan indeks di bawah rata-rata nasional, yang menurut Amalia, menjadi ruang strategis untuk memperkuat dan mempertajam program literasi berbasis kebutuhan spesifik wilayah. 

Sementara berdasarkan jenjang pendidikan, peningkatan literasi tertinggi dicatatkan oleh kelompok tamat SD sebesar 5,06 persen basis poin, dengan tren kian meningkat seiring makin tingginya tingkat pendidikan dasar. Kelompok umur produktif 26-35 tahun juga menjadi yang paling dominan melek finansial dibanding rentang usia lainnya.

Di samping tingkat kemelekan teoretis, keterbukaan masyarakat dalam memanfaatkan produk jasa keuangan riil juga menunjukkan kurva menanjak. Peningkatan ini membuktikan bahwa akses terhadap lembaga perbankan dan industri keuangan non-bank semakin terbuka lebar bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Untuk indeks inklusi keuangan, secara nasional pada tahun 2026 meningkat dari 92,74% menjadi 93,61% atau naik 0,87% poin, yang terutama berasal dari keuangan konvensional yang meningkat dari 92,61% menjadi 93,53%," jelas Amalia.

Secara spasial, indeks inklusi di perkotaan melonjak 0,99 persen basis poin, sedangkan di pedesaan merangkak naik 0,36 persen basis poin. Daerah dengan tingkat inklusi keuangan konvensional tertinggi secara berurutan dipimpin oleh DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Kepulauan Riau. 

Di sisi lain, wilayah Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Maluku Utara masih memerlukan penguatan akses lebih lanjut karena mencatatkan angka inklusi konvensional terendah nasional. 

Untuk inklusi syariah, Provinsi Aceh mencatatkan penetrasi tertinggi bersama Kepulauan Riau dan Riau, sementara Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua Barat, dan Papua Pegunungan berada di jajaran terbawah.

Adapun pola sebaran data inklusi berdasarkan tingkat edukasi menunjukkan tren inklusi yang kian meluas bahkan di kalangan akar rumput. Kelompok masyarakat berpendidikan dasar hingga yang belum pernah mengenyam bangku sekolah pun tercatat mengalami perbaikan akses keuangan secara rata-rata.

"Berdasarkan kelompok umur, terlihat bahwa kelompok usia produktif usia 26 sampai dengan 35 tahun memiliki tingkat inklusi keuangan tertinggi yaitu 96,27%, sebaliknya, indeks inklusi keuangan kelompok usia 15 sampai 17 tahun dan kelompok 51 sampai 79 tahun masih lebih rendah daripada nasional," tutur Amalia.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya