Sebaliknya, bagi warga senior, metode sosialisasi diarahkan secara lebih sederhana, aman, dan relevan demi melindungi mereka dari ancaman kejahatan siber.
Langkah personalisasi edukasi ini dinilai mendesak untuk membentengi kelompok rentan dari maraknya modus penipuan yang menyasar dana pensiun masyarakat. Format penyampaian informasi finansial tidak boleh lagi disamaratakan demi efektivitas pemahaman di tingkat akar rumput.
"Pendekatan edukasi keuangan tentu tidak bisa bersifat one size fits all, melainkan kita membutuhkan life cycle approach terhadap financial literacy agar program yang dirumuskan sesuai dengan siklus hidup tersebut," tutur Friderica.
Dari sisi klaster pekerjaan, peningkatan literasi keuangan juga tampak pada kelompok pensiunan atau purnawirawan yang naik 11,04 persen menjadi 85,15 persen, diikuti kelompok ibu rumah tangga yang tumbuh 5,50 persen menjadi 68,31 persen.
Adapun dari aspek inklusi atau pemanfaatan produk, peningkatan tertinggi dialami kelompok tidak atau belum bekerja sebesar 5,55 persen menjadi 89,59 persen, disusul profesi lainnya dan ibu rumah tangga.