Pada kuartal I 2026, sekitar satu dari lima investor baru di Pluang memulai perjalanan investasinya melalui saham dan ETF AS. Sementara itu, lebih dari 70% investor yang pertama kali membeli saham global setahun sebelumnya masih mempertahankan kepemilikannya hingga saat ini.
Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian investor tidak hanya memanfaatkan saham AS untuk perdagangan jangka pendek, tetapi juga menggunakannya sebagai bagian dari strategi diversifikasi dan investasi jangka panjang.
"Investor Indonesia kini jauh lebih mahir dalam menemukan peluang pertumbuhan baru. Dengan pola pikir yang lebih global, mereka mengejar peluang kelas dunia untuk melengkapi, bukan menggantikan portofolio lokal mereka," ujar
Director of Marketing & Commercial Pluang Andreas Agung Hendrawan, Selasa (11/8/2026).
Menurut Andreas, perkembangan sejumlah sektor global, termasuk industri yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI), turut menjadi perhatian investor. Ia mengutip data Goldman Sachs 2026 yang menunjukkan perusahaan-perusahaan terkait AI menyumbang sekitar 45% dari kapitalisasi pasar S&P 500.
"Hal ini menegaskan mengapa akses yang teregulasi ke perusahaan-perusahaan tersebut sangat penting bagi investor Indonesia yang berdiversifikasi secara global agar mereka tidak tertinggal dari potensi pertumbuhan ini," katanya.