“Apa yang kita lakukan hari ini memang masih bagian kecil. Tetapi kalau semua korporasi dan institusi memiliki gerakan yang sama, ribuan rumah bisa kita perbaiki setiap tahun. Kita tidak hanya menunggu pemerintah, korporasi juga bisa bergerak bersama dan dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” katanya.
Langkah tersebut sejalan dengan transformasi BTN melalui konsep Beyond Mortgage – Membangun Rumah, Membangun Kehidupan. Hingga kini, BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk sekitar 6,1 juta rumah di berbagai wilayah Indonesia.
Di sisi lain, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan, program perbaikan rumah menjadi bagian dari Gerakan Nasional Anti Pencucian Uang Indonesia yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Dalam rangka Gerakan Nasional Anti Pencucian Uang Indonesia yang ke-24, kami bersama seluruh stakeholder, pada kesempatan ini bersama BTN, membangun dan memperbaiki rumah untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan kebutuhan dasar berupa papan. Ke depan kegiatan seperti ini akan terus kami laksanakan bersama BTN,” ujar Ivan.
Tak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah, kolaborasi tersebut juga akan diarahkan pada peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan. Semangat “Rumah Bersih, Keuangan Bersih” diharapkan dapat mendorong keluarga membangun kebiasaan finansial yang sehat.
Bagi penerima bantuan, kehadiran rumah yang lebih layak memberikan perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dirasakan Sanatra yang sebelumnya tinggal bersama keluarga di rumah dengan kondisi rusak dan mengalami kebocoran.
“Dulu rumahnya mau roboh, bocor. Mau memperbaiki enggak punya uang, karena untuk makan dan kebutuhan anak-anak saja. Alhamdulillah sekarang sudah bagus. Senang banget, saya, istri, sama anak. Terima kasih banget kepada BTN,” tuturnya.
Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah turut mengapresiasi program tersebut. Ia menyebut persoalan kemiskinan di Kabupaten Lebak masih menjadi tantangan, termasuk bagi masyarakat yang tinggal di hunian dengan kondisi kurang layak.
“Kami sangat berterima kasih kepada PPATK yang telah memberikan perhatian kepada daerah kami dan juga kepada BTN. Kabupaten Lebak masih menghadapi persoalan kemiskinan. Karena itu, kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus hadir di Kabupaten Lebak,” ujar Amir.
(Taufik Fajar)