Prabowo Ungkap Lonjakan Laba Pupuk Indonesia dan Pelindo, Siap IPO di BEI

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Jum'at 14 Agustus 2026 13:15 WIB
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan sejumlah BUMN berhasil mencetak kenaikan laba hingga tiga digit pada paruh pertama 2026. (foto ;Okezone.com/Aldhi Chandra)
Share :

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan sejumlah BUMN berhasil mencetak kenaikan laba hingga tiga digit pada paruh pertama 2026. Sejalan dengan itu, BPI Danantara tengah merencanakan IPO BUMN besar dalam beberapa tahun mendatang.

Prabowo menjabarkan, lonjakan laba paling signifikan, misalnya, terjadi di PT Pupuk Indonesia yang mencatatkan kenaikan laba bersih mencapai 252,8 persen. Sementara itu, PT Pelindo juga mencatatkan kenaikan laba sebesar 60,4 persen.

"Pembenahan BUMN kita lakukan secara besar-besaran. Di enam bulan pertama tahun 2026 ini, untung bersih PT Pupuk Indonesia naik 252,8 persen," ujarnya dalam acara Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Salah satu yang mengalami kenaikan paling besar adalah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dengan pertumbuhan laba bersih mencapai 408,9 persen.

Selain PT Pupuk Indonesia, Prabowo juga menyebut kenaikan laba bersih Semen Indonesia yang tercatat melonjak 408,9 persen. Kemudian, PT Pertamina mencatat kenaikan laba bersih sebesar 86 persen dan PT Pegadaian meningkat 84,4 persen.

Kinerja positif juga dicatat PT Pelindo dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 60,4 persen. Sementara itu, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) mencatat kenaikan laba bersih sebesar 54,4 persen.

Prabowo menilai peningkatan kinerja tersebut tidak terlepas dari langkah pembenahan BUMN yang dilakukan pemerintah. Menurutnya, pembenahan dilakukan secara besar-besaran untuk memastikan perusahaan negara mampu memberikan kinerja yang lebih baik sekaligus memberikan kontribusi lebih besar kepada negara.

Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mengatakan beberapa perusahaan BUMN dengan market cap besar memiliki potensi yang bagus untuk melantai di Bursa Efek Indonesia atau melakukan IPO (Initial Public Offering).

Dony menyebutkan beberapa perusahaan itu, di antaranya PT Pegadaian, PT Pupuk Indonesia, operator pelabuhan Pelindo, hingga PT Angkasa Pura Indonesia. Namun, rencana tersebut belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat.

"Banyak perusahaan-perusahaan kita yang bagus, contohnya ada Pegadaian, Pupuk Indonesia, Pelindo, Angkasa Pura dan banyak sekali perusahaan-perusahaan yang memang itu secara market cap bagus untuk kita IPO-kan nanti," kata Dony saat ditemui di Kementerian Keuangan, Rabu (5/8).

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan saat ini Danantara Asset Management (DAM) tengah melakukan kajian terhadap proses IPO keempat BUMN besar tersebut. Ditargetkan kajian itu rampung dalam kurun waktu 6-12 bulan ke depan.

"Itu memang prosesnya ada di dalam DAM, Insyaallah kita bisa fokus 6–12 bulan ke depan. Itu ada proses juga nanti dalam Bursa," ujarnya saat ditemui di Gedung BEI, Senin (10/8).

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya