Pemerintah, kata Bahlil, terbuka terhadap siapa pun yang mengerjakan proyek geothermal selama memiliki komitmen dan mampu mempercepat realisasi pengembangan.
"Yang penting kalian ada punya komitmen. Bagi kami pemerintah, siapa pun yang mengerjakan enggak apa-apa, yang penting cepat," tegasnya.
Ia juga meminta pemegang konsesi memiliki kesiapan yang memadai, mulai dari pendanaan, teknologi, hingga sumber daya manusia. Menurutnya, proyek geothermal tidak akan berjalan apabila pengusaha hanya memiliki proposal, tetapi belum memiliki kemampuan untuk mengeksekusinya.
"Pengusahanya itu harus yang punya skill, punya uang, punya teknologi, dan punya tim," ujar Bahlil.
Indonesia sendiri memiliki potensi panas bumi yang sangat besar, sekitar 27-30 gigawatt (GW). Bahlil menyebut Indonesia merupakan negara dengan sumber daya geothermal terbesar di dunia, meski dari sisi pemanfaatan kapasitas pembangkit masih berada di bawah Amerika Serikat.