2 Jurus BI Dorong Kredit Perbankan dan Pertumbuhan Ekonomi

Anggie Ariesta, Jurnalis
Rabu 19 Agustus 2026 15:48 WIB
Bank Indonesia (BI) memperkuat komitmennya dalam mendorong ekspansi kredit perbankan ke sektor riil serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. (Foto: Okezone.com/YouTube)
Share :

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkuat komitmennya dalam mendorong ekspansi kredit perbankan ke sektor riil serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan melalui dua kebijakan baru. Dua kebijakan insentif makroprudensial baru tersebut, yakni Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial Pendalaman Pasar Uang (KLM PPU) dan penyempurnaan Kebijakan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM).

"Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial Pendalaman Pasar Uang (KLM PPU) untuk menjaga kecukupan dan mendorong redistribusi likuiditas dengan tetap mendorong penyaluran kredit/pembiayaan ke sektor-sektor prioritas yang akan berlaku efektif pada 1 September 2026," kata Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti dalam konferensi pers pengumuman hasil RDG BI bulan Agustus 2026 di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Sementara itu, untuk memperluas akses pembiayaan yang merata, BI juga menyiapkan Kebijakan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM). Instrumen ini ditujukan guna memperkuat penyaluran kredit perbankan ke sektor inklusif dan ramah lingkungan, dengan tanggal efektif pemberlakuan mulai 1 Oktober 2026.

Implementasi instrumen makroprudensial melengkapi pencapaian insentif KLM yang telah berjalan optimal. Hingga pekan pertama Agustus 2026, total insentif KLM yang diterima industri perbankan menembus angka Rp446,5 triliun.

Penyaluran insentif tersebut terbagi dalam tiga jalur utama, meliputi jalur pembiayaan (financing channel) sebesar Rp368,4 triliun, jalur suku bunga (interest rate channel) sebesar Rp73,2 triliun, serta jalur pembiayaan terhadap pendanaan (financing to funding channel) mencapai Rp4,9 triliun.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya