Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Alasan Beli Dolar Dibatasi USD10.000 per Bulan

Anggie Ariesta , Jurnalis-Kamis, 01 Oktober 2026 |11:16 WIB
Ini Alasan Beli Dolar Dibatasi USD10.000 per Bulan
Bank Indonesia (BI) mengungkapkan alasan di balik penetapan batas transaksi pembelian valuta asing (valas). (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan alasan di balik penetapan batas transaksi pembelian valuta asing (valas), khususnya dolar Amerika Serikat (AS), tanpa dokumen pendukung (underlying) kegiatan ekonomi menjadi maksimal USD10.000 per orang per bulan.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea, menegaskan kebijakan tersebut merupakan langkah strategis bank sentral dalam mengelola sisi permintaan (demand) guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari tekanan spekulatif.

Erwin pun meluruskan anggapan bahwa BI melarang masyarakat membeli valas. Kebijakan ini murni ditujukan untuk menertibkan transaksi yang tidak memiliki basis kegiatan ekonomi riil.

“Kemudian apa yang kita lakukan dari sisi demand? Bank Indonesia juga menerapkan kebijakan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas nilai tukar untuk pembelian-pembelian valas yang tidak memiliki kaitan dengan kegiatan ekonomi, artinya tidak ada underlying kegiatan ekonominya,” kata Erwin, Kamis (1/10/2026).

Erwin menjelaskan bahwa ambang batas (threshold) pembelian valas tanpa underlying sebelumnya berada di angka USD100.000 per orang per bulan. Angka tersebut kemudian dipangkas secara bertahap menjadi USD50.000, USD25.000, hingga kini diturunkan menjadi USD10.000 per orang per bulan.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement