Askrindo Kawal Proyek Rp261,9 Triliun, dari Kereta Cepat Whoosh hingga IKN

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Rabu 26 Agustus 2026 15:17 WIB
Askrindo Kawal Proyek Rp261,9 Triliun, dari Kereta Cepat Whoosh hingga IKN (Foto: KCIC)
Share :

JAKARTA - PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo mendukung 512 proyek strategis dan keamanan nasional dengan total nilai proyek sekitar Rp261,9 triliun per Desember 2025.

Dukungan tersebut dijalankan melalui asuransi umum dan suretyship untuk mendukung keberlangsungan proyek strategis dan aktivitas dunia usaha.

“Askrindo ingin terus hadir memberikan nilai bagi perekonomian Indonesia,” kata Direktur Keuangan Askrindo Leonardo Henry Gavaza dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 proyek merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan total nilai sekitar Rp143,2 triliun, sementara 496 proyek lainnya merupakan proyek pada sektor keamanan nasional dengan nilai sekitar Rp118,7 triliun.

Dukungan Askrindo terhadap PSN antara lain mencakup asuransi aset KCIC atau kereta cepat Whoosh, Tol Ngawi-Kertosono-Kediri, Tol Japek Selatan, Aset Jasa Marga Bali Tol, Tol Serpong-Balaraja Seksi 1A, dan Aset Medan-Binjai Tol.

Kemudian, pembangunan perumahan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Tol Serang-Panimbang, Jaringan Sumber Air Pemali-Juana, pembangunan rumah sakit, Tol Probolinggo-Banyuwangi, Tol Jogja-Solo, Tanjung Priok Port Tollways, Tol Cisumdawu, hingga Kawasan Industri Terpadu Batang.

Sementara itu, kapasitas Commercial Line Askrindo mencapai Rp28,6 triliun, meningkat sekitar 42 persen dibandingkan posisi 2023 sebesar Rp20,1 triliun.

“Peningkatan kapasitas Commercial Line menunjukkan bahwa Askrindo terus memperkuat kemampuan untuk memberikan dukungan dengan nilai yang semakin besar. Namun, peningkatan kapasitas tersebut tetap kami imbangi dengan penguatan underwriting, manajemen risiko, dan tata kelola,” jelas Leonardo.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya