Tantangan Ekonomi RI Semester II-2026: Daya Beli Mulai Tertekan, Warga Makin Pilih-Pilih Belanja

Feby Novalius, Jurnalis
Senin 31 Agustus 2026 15:05 WIB
Konsumsi rumah tangga masih menjadi salah satu penopang utama ekonomi Indonesia hingga paruh pertama 2026. (Foto: Okezone.com/Aldhi Chandra)
Share :

Secara ekonomi, pembelian rumah dan barang tahan lama atau durable goods memiliki karakter yang berbeda dari konsumsi kebutuhan sehari-hari. Pembelian jenis ini relatif lebih mudah ditunda karena membutuhkan dana besar, akses pembiayaan, dan komitmen pembayaran dalam jangka panjang.

Karena itu, ketika ketidakpastian meningkat, penyesuaian konsumsi biasanya lebih cepat terlihat pada pembelian rumah, kendaraan, maupun barang tahan lama dibandingkan kebutuhan pokok.

“Pembelian rumah memberikan sinyal yang lebih kuat mengenai keyakinan rumah tangga dibandingkan konsumsi sehari-hari. Ketika masyarakat merasa pendapatan dan pekerjaannya cukup aman, mereka lebih berani mengambil komitmen jangka panjang. Sebaliknya, ketika ketidakpastian meningkat, pembelian bernilai besar menjadi salah satu yang pertama ditunda,” jelas Trisha.

Di sisi lain, tekanan konsumsi belum terjadi secara menyeluruh. Rumah tangga masih mempertahankan konsumsi kebutuhan dasar, sementara penyesuaian lebih banyak terjadi pada pengeluaran sekunder, barang tahan lama, dan pembelian yang membutuhkan komitmen pembiayaan jangka panjang.

Kondisi tersebut menjelaskan mengapa konsumsi agregat masih dapat tumbuh meskipun sejumlah indikator ritel dan pembelian aset menunjukkan pelemahan.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena konsumsi rumah tangga tetap memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian. Dalam jangka pendek, konsumsi dapat bertahan melalui penggunaan tabungan atau penyesuaian komposisi belanja.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya