Rupiah Tertekan ke Rp17.744, Dibayangi Gejolak Timur Tengah dan The Fed

Anggie Ariesta, Jurnalis
Selasa 01 September 2026 16:04 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Selasa (1/9/2026). (Foto: Okezone.com/Freepik)
Share :

Fokus pasar hari ini adalah rilis data PMI Manufaktur dan JOLTS Job Openings. Sementara itu, fokus utama minggu ini adalah data ketenagakerjaan utama AS, yakni Nonfarm Payrolls, yang akan dirilis pada Jumat.

Dari sentimen dalam negeri, kinerja manufaktur Indonesia kembali mengalami tekanan pada Agustus 2026. Kondisi tersebut tecermin dari S&P Global Indonesia Manufacturing Purchasing Managers’ Index (PMI) yang turun ke level 49,8, dari 50,2 pada Juli 2026.

“Penurunan PMI Manufaktur ke bawah ambang batas 50,0 menunjukkan bahwa kondisi operasional sektor manufaktur kembali mengalami kontraksi setelah sempat mencatatkan ekspansi tipis pada bulan sebelumnya,” kata Ibrahim.

S&P Global mencatat, pelemahan PMI manufaktur pada Agustus terutama dipengaruhi oleh kembali turunnya output dan penyerapan tenaga kerja, yang membalikkan perbaikan yang tercatat pada bulan sebelumnya. Produksi dan ketenagakerjaan manufaktur Indonesia tercatat menurun dalam lima dari enam periode survei terakhir.

Indonesia mencatat inflasi sebesar 0,21 persen secara bulanan (month to month/MtM) pada Agustus 2026, setelah sebelumnya mencatat deflasi 0,14 persen pada Juli 2026.

Pada Agustus 2026, Indonesia mencatat inflasi 3,19 persen secara tahunan. Secara tahun kalender, terjadi inflasi 1,86 persen (year to date). Kemudian, Indeks Harga Konsumen meningkat dari 111,73 pada Juli 2026 menjadi 111,97 pada Agustus 2026.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya