Lukman menambahkan, capaian keselamatan tersebut menjadi salah satu modal Indonesia dalam pencalonannya sebagai anggota Dewan ICAO. Indonesia tengah menggalang dukungan dari berbagai negara untuk mendapatkan kursi di badan penerbangan sipil internasional tersebut.
Lukman mengatakan pencalonan kali ini memiliki peluang lebih besar karena terdapat penambahan empat kursi Dewan ICAO, dari sebelumnya 36 kursi menjadi 40 kursi. Salah satu kursi tambahan diperuntukkan bagi negara-negara Asia Pasifik.
"Kita sangat berharap dukungan dari negara-negara sahabat kita," kata Lukman.
Dia berharap Indonesia dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk kembali menjadi anggota Dewan ICAO setelah selama 25 tahun, sejak 2001 hingga 2026, belum berhasil menduduki posisi tersebut.
(Feby Novalius)