JAKARTA – PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) mengembangkan sejumlah inovasi untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi. Inovasi tersebut mencakup pengurangan limbah, efisiensi energi dan air, perlindungan keanekaragaman hayati, hingga penguatan ketahanan pangan masyarakat.
Plant General Manager DSLNG Johar Ahadi mengatakan inovasi yang dikembangkan perusahaan diarahkan untuk memberikan manfaat terukur bagi operasional, lingkungan, dan masyarakat.
“Inovasi bukan sekadar upaya meningkatkan kinerja operasional, tetapi juga bagian dari kontribusi DSLNG untuk menciptakan operasi yang lebih efisien, lingkungan yang lebih terjaga, dan masyarakat yang semakin berdaya,” kata Johar, Rabu (2/9/2026).
Penerapan inovasi tersebut turut dinilai dalam ajang Eco-Tech Pioneer and Sustainability Award (EPSA) 2026 yang diselenggarakan Departemen Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro.
Dalam ajang tersebut, inovasi DSLNG masuk dalam tujuh kategori, yakni Community Development, Eco-Cycle Innovation, Eco-Hazard Innovation, Ecosystem Protection, Green Power Innovation, Hydro Smart Innovation, dan Low Carbon Innovation.
Salah satunya melalui program Uso Integrated Farming Berbasis Irigasi Tetes untuk Ketahanan Pangan Desa pada kategori Community Development. Program tersebut diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Pada kategori Eco-Cycle Innovation, DSLNG mengembangkan inovasi untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai dengan memanfaatkan Unit Reverse Osmosis (RO). Sementara pada kategori Eco-Hazard Innovation, perusahaan menerapkan teknologi High Vacuum Insulating Oil Purifier untuk mengurangi penggunaan oli.