Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

LNG Jadi Kunci Transisi Energi, PLN EPI Siapkan Fasilitas Regasifikasi di Mataram

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Rabu, 05 Agustus 2026 |14:00 WIB
LNG Jadi Kunci Transisi Energi, PLN EPI Siapkan Fasilitas Regasifikasi di Mataram
LNG Jadi Kunci Transisi Energi, PLN EPI Siapkan Fasilitas Regasifikasi di Mataram (Foto: Dokumentasi PLN EPI)
A
A
A

JAKARTA - Pemanfaatan Liquefied Natural Gas (LNG) sebagai bahan bakar pembangkit listrik terus diperkuat untuk mendukung transisi energi nasional. Salah satu langkah strategis dilakukan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) melalui rencana pembangunan fasilitas penyimpanan dan regasifikasi LNG di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan, pembangunan fasilitas regasifikasi LNG menjadi bagian penting dari strategi perusahaan untuk mengurangi ketergantungan pembangkit listrik terhadap bahan bakar minyak (BBM).

Menurutnya, penggunaan LNG akan menghadirkan pasokan energi yang lebih bersih, efisien, dan ekonomis sehingga mampu meningkatkan keandalan sistem kelistrikan, sekaligus mendukung target penurunan emisi sektor ketenagalistrikan.

"Pembangunan fasilitas regasifikasi LNG merupakan bagian dari komitmen PLN EPI dalam menghadirkan pasokan energi yang lebih bersih, andal, dan berkelanjutan. Melalui infrastruktur ini, kami ingin memastikan kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih efisien, sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi di sektor ketenagalistrikan," ujar Mamit di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Dia menjelaskan, keberadaan fasilitas regasifikasi akan memperkuat rantai pasok LNG di wilayah Nusa Tenggara. Infrastruktur tersebut memungkinkan LNG yang dikirim dalam bentuk cair diubah kembali menjadi gas sebelum disalurkan ke pembangkit listrik, sehingga pasokan energi menjadi lebih stabil dan andal.

Selain mendukung transisi energi, proyek ini juga diharapkan mampu menekan biaya penyediaan listrik dibandingkan penggunaan BBM, sekaligus memperkuat ketahanan energi di kawasan timur Indonesia.

Mamit menambahkan, keberhasilan proyek tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknologi dan infrastruktur, tetapi juga dukungan masyarakat.

"Kami mengedepankan komunikasi yang terbuka dan partisipatif sejak tahap perencanaan. Seluruh masukan masyarakat akan menjadi bagian penting dalam penyempurnaan dokumen AMDAL dan pelaksanaan proyek, sehingga pembangunan ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan ketahanan energi nasional," katanya.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement