Fokus pasar hari ini adalah angka klaim pengangguran mingguan AS dan ISM Services PMI untuk bulan Agustus dengan fokus mingguan pada laporan data ketenagakerjaan utama AS Nonfarm Payrolls yang akan dirilis besok pada hari Jumat.
Dari sentimen dalam negeri, Destry Damayanti dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia, menjadikannya perempuan pertama yang memimpin bank sentral tersebut. Dalam sidang penetapannya, ia berkomitmen untuk menjaga kebijakan tetap responsif terhadap tantangan ekonomi sembari mendorong stabilitas dan mendukung pertumbuhan.
Arah kebijakan yang ia usung berfokus pada beberapa poin penting yaitu kebijakan bank sentral ke depan akan berlandaskan pada prinsip Impactful (berdampak), Inklusif, dan Integratif. Ketiganya disatukan dalam komitmen Sinergi Merah Putih untuk mendukung kemajuan ekonomi nasional.
Selain itu, untuk menghadapi tantangan domestik seperti pengendalian inflasi, BI berkomitmen meningkatkan koordinasi erat dengan kementerian dan lembaga terkait guna menciptakan iklim sektor riil yang kondusif serta BI bersiap merumuskan kebijakan domestik yang responsif terhadap ketidakpastian global, termasuk tren suku bunga acuan negara maju yang bertahan tinggi (higher for longer).
Namun, laju kenaikan terbatas akibat kekhawatiran bahwa inflasi umum dan inflasi inti dapat meningkat lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang, yang dipicu oleh tingginya biaya input dan logistik, kembali naiknya harga energi, serta potensi gangguan pasokan pangan akibat fenomena El Niño.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup menguat dalam rentang Rp17.630-Rp17.680 per dolar AS.
(Taufik Fajar)