AirNav Indonesia melalui Indonesia Network Management Center (INMC) terus memantau perkembangan kondisi ruang udara serta pergerakan dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Pembaruan informasi aeronautika dilakukan mengikuti perkembangan kondisi di lapangan untuk memastikan aspek keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas.
AirNav juga berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan penerbangan guna memastikan informasi mengenai kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan dapat disampaikan secara tepat waktu.
Penutupan sejumlah bandara tersebut menjadi langkah mitigasi terhadap risiko abu vulkanik bagi penerbangan. Abu vulkanik dapat mengganggu operasional pesawat sehingga kondisi ruang udara perlu terus dipantau sebelum bandara kembali dibuka.
(Taufik Fajar)