Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gunung Sinabung Erupsi, 45 Penerbangan di Kualanamu Batal

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Kamis, 03 September 2026 |13:36 WIB
Gunung Sinabung Erupsi, 45 Penerbangan di Kualanamu Batal
Bandara Kualanamu (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Aktivitas erupsi Gunung Sinabung di Sumatera Utara mulai mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu. Sebanyak 45 penerbangan dibatalkan dan enam penerbangan lainnya mengalami penjadwalan ulang atau reschedule akibat penutupan sementara bandara pada 1 September 2026.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan penutupan Bandara Kualanamu dilakukan sebagai langkah antisipasi setelah terdeteksi abu vulkanik tipis di area parkir pesawat.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan, operasional penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu saat ini telah kembali berjalan normal.

"Hasil pemantauan pada hari Selasa (2/9) pukul 16.00 WIB, tidak terdeteksi adanya abu vulkanik di Bandar Udara Internasional Kualanamu. Hal ini dibuktikan dengan tidak ditemukenalinya abu vulkanik pada paper test," ujar Lukman dalam keterangan resmi, Rabu (2/9/2026). 

Menurut dia, pemantauan abu vulkanik menggunakan paper test dilakukan di Bandara Kualanamu sejak pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB. Meski kondisi bandara saat ini normal, Kemenhub masih mewaspadai pergerakan abu vulkanik Gunung Sinabung yang berpotensi berubah mengikuti kondisi angin.

Berdasarkan informasi SIGMET (Significant Meteorological Information) dari Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, pada 2 September 2026 aktivitas erupsi Gunung Sinabung menghasilkan sebaran awan abu vulkanik hingga ketinggian 14.000 kaki.

Awan abu tersebut terpantau bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan sekitar 5 knot. Intensitasnya diprakirakan tetap atau tidak mengalami perubahan signifikan dalam periode informasi SIGMET yang berlaku pukul 12.00 hingga 18.00 WIB.

Kemenhub menilai kondisi tersebut perlu terus dipantau karena perubahan arah maupun kecepatan angin dapat memengaruhi pola pergerakan abu vulkanik dan berpotensi masuk ke jalur penerbangan.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement