JAKARTA – Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) Nixon L.P. Napitupulu mengungkapkan kinerja Bank Syariah Nasional (BSN) terus mencatatkan pertumbuhan positif, baik dari sisi rentabilitas maupun ekspansi bisnis. Bahkan, BSN mencatatkan biaya dana (cost of fund) yang lebih efisien dibandingkan bank induknya, BTN.
Nixon menyampaikan hal tersebut dalam perhelatan Public Expose Live 2026 di Jakarta, Kamis (10/9/2026). Menurut dia, kinerja laba dan bisnis BSN masih tumbuh dengan baik, didukung oleh efisiensi biaya dana yang dinilai kompetitif.
“Kalau teman-teman lihat labanya BSN only itu memang kan tadi sudah disampaikan masih tumbuh cukup baik ya. Bisnisnya juga masih tumbuh cukup baik. Dari sisi cost of fund mereka bahkan lebih bagus daripada induknya,” ujar Nixon dalam perhelatan Public Expose Live 2026 di Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Nixon merinci, cost of fund BSN terjaga di level 2,7 persen. Sementara itu, rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) berhasil dikendalikan di bawah 3 persen.
“Mereka 2,7 persen. Dari sisi NPL juga mereka masih cukup baik. NPL-nya juga di bawah 3 persen,” jelas Nixon.
Nixon menambahkan, tingkat disiplin pembayaran nasabah pada portofolio pembiayaan syariah terbukti lebih tinggi dibandingkan segmen konvensional, khususnya pada segmen masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
“Jadi segmen syariah yang di segmen bawah itu ternyata jauh lebih disiplin dibanding yang non-syariah. Kita juga sudah temukan itu sejak lama sebenarnya,” ungkapnya.
Melalui pemisahan (spin-off) Unit Usaha Syariah (UUS) BTN menjadi entitas tersendiri, yaitu BSN, manajemen optimistis BSN dapat bergerak lebih lincah dalam menghadirkan beragam inovasi produk keuangan syariah di pasar.
“Kami juga percaya bahwa spin-off ini akan memberikan keleluasaan bagi mereka untuk create product yang lebih luas lagi,” pungkas Nixon.
(Feby Novalius)