Kawal Perlindungan Satwa, Kawasan Hutan Jangan Mudah Dijadikan Area Pertambangan

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Senin 14 September 2026 10:01 WIB
Kawal Perlindungan Satwa, Kawasan Hutan Jangan Mudah Dijadikan Area Pertambangan (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - CEO Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Jamartin Sihite mendorong perlindungan terhadap kawasan hutan yang masih menjadi habitat orangutan dan satwa liar lain. Dia meminta kawasan tersebut tidak mudah dikonversi menjadi pertambangan, perkebunan atau penggunaan lain. 

Dia juga menyoroti kawasan yang secara fisik masih berhutan, tetapi dalam peta tata ruang dapat dialihfungsikan. Menurutnya, kawasan semacam itu perlu diperiksa secara lebih rinci apabila masih menjadi habitat satwa.

“Kalau itu masih menjadi tempat tinggal orangutan, janganlah dikonversi. Walaupun secara umum bisa dikonversi. Ini harus dicek secara mikro dalam peta,” katanya dalam keterangannya, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Di luar perlindungan habitat, Jamartin juga mendorong penguatan sistem pencegahan karhutla. Dia menilai pemerintah dan berbagai pihak selama ini masih kerap bergerak setelah kebakaran terjadi, padahal upaya pencegahan jauh lebih murah dan efektif.

Karena itu, early warning system, kesiapan anggaran kebencanaan, serta langkah pencegahan berdasarkan indikator cuaca perlu diperkuat.

Jamartin menilai perhatian pemerintah terhadap lingkungan saat ini sudah menunjukkan perkembangan.

“Yang ada sekarang, menurut kami, sudah lebih baik dari sebelumnya, tetapi harus ditingkatkan,” ujarnya.

Dia berharap momentum perhatian pemerintah terhadap satwa tidak berhenti pada saat karhutla, tetapi berlanjut dalam kebijakan perlindungan habitat dan pencegahan kebakaran yang lebih konsisten.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya