JAKARTA - Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa semringah dan lega usai merampungkan prosesi serah terima jabatan (sertijab) kepada Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Lepas dari tugas Menkeu, Purbaya mengaku merasa lebih tenang karena tak lagi memikul beban penyelesaian negosiasi dan pengambilalihan kewajiban utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh).
Ketika dikonfirmasi mengenai kepastian agenda serah terima (handover) pemindahan saham konsorsium BUMN di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) ke Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan yang semula dijadwalkan berlangsung hari ini, Purbaya meresponsnya dengan seloroh bersyukur.
"Kan gua bukan menteri keuangannya. Alhamdulillah, selamat gua," ujar Purbaya lalu tertawa lepas di hadapan awak media, Selasa (15/9/2026).
Purbaya mengarahkan agar seluruh pertanyaan teknis terkait kelanjutan alih kelola saham BUMN di KCIC ditanyakan langsung kepada Suahasil Nazara sebagai Menkeu yang baru.
Sebelum pencopotannya, Purbaya sempat meneken kesepakatan bersama Badan Pengelola BUMN/Danantara Indonesia untuk mengambil alih 60 persen porsi saham konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), yang terdiri dari KAI, WIKA, Jasa Marga, dan PTPN VIII, di dalam KCIC.
Langkah tersebut diambil guna menyehatkan struktur keuangan BUMN pengembang yang tertekan beban utang tenor panjang.
Saat awak media melempar kelakar mengenai kebebasannya dari beban memikirkan utang Whoosh hingga 80 tahun ke depan, Purbaya meresponsnya dengan santai.
"Umur saya enggak sampai 80 tahun. 10 tahun lagi udah syukur kalau bisa. Ya kita doa aja, doa terus, ya. Makasih ya," tuturnya.
Purbaya menegaskan, keluarnya ia dari jajaran kabinet membuatnya bisa beristirahat dengan tenang tanpa dibayangi beban pikiran mengenai beban anggaran dan kebijakan fiskal negara.
“Lebih happy, happy. Nanti malam saya bisa tidur tenang gitu. Semalam masih mikir-mikir, jadi agak susah tidur. Tapi saya yakin besok sudah tenang, aman,” pungkas Purbaya.
(Dani Jumadil Akhir)